Aplikasi tumbas.in, Siap Layani Emak - Emak Sampai Puas Belanja

Kehadiran aplikasi tumbas.in menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya emak - emak untuk tetap mendapatkan segala kebutuhan dapur 

Semarang – Di tengah pandemic virus corona, masyarakat tentunya membatasi aktivitas keluar rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Untuk itu saat ini banyak masyarakat menggunakan aplikasi online untuk keperluan, salah satunya aplikasi tumbas.in.

Starup asli kota Semarang ini menyediakan layanan belanja kepada masyarakat di Kota Semarang yang tidak ingin belanja ke pasar tradisional. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa membeli kebutuhan dapur seperi sayur, buah, bumbu-bubuan, ikan, dagig dan sebagainya dengan kualitas tinggi.

Business strategic tumbas.in , Muhammad Fuad Hazbi mengatakan, sejak  pandemic virus corona, permintaan order meningkat hingga delapan kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Hal ini menyusul himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk melakukan social distancing.

“Sejak pertangan maret order memang meningkat delapan kali lipat dibandingkan hari biasa. Apalagi masyarakat sempat punic buying, yang biasa beli 11 item, sekarang beli 30 item,”kata Haszbi.

Menurut Hazbi, pihaknya terpaksa membatasi order pelanggan, mengingat jumlah sumber daya yang ada tidak mencukupi. Apalagi ia ingin tetap menjaga kualitas barang yang ada sesuai dengan yang pembeli inginkan.

“Kita terpaksa batasi setiap harinya, karena dalam dua jam saja kuota sudah terpenuhi. Kita tetap ingin pelanggan dapat barang sesuai dengan kualitas yang diingkan,”ungkap Hazbi.

Saat ini pihaknya tengah  aplikasi tumbas.in memang baru dapat digunakan di kota Semarangyang dapat menjangkau empat pasar tradisonal. Ia menilai potensi ekonomi digital seperti ini memiliki potensi yang cukup besar jika dikembangkan.

Memang  perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangat impresif. Laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EVDCI) menyebutkan bahwa  Nilai pasar ekonomi digital Indonesia telah menembus US$40 miliar pada 2019 dan diproyeksikan mencapai US$133 miliiar pada 2025.
Laporan EV-DCI menunjukkan bahwa ekonomi digital yang saat ini tumbuh pesat, hanyalah sebagian kecil dari potensi Indonesia. Namun pertumbuhan bakal makin melesat jika Indonesia bisa menanggulangi beberapa kendala yang dihadapi seperti keterbatasan talenta digital, pelaku usaha yang enggan menggunakan produk digital, hingga akses atas layanan finansial yang rendah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aplikasi tumbas.in, Siap Layani Emak - Emak Sampai Puas Belanja "

Posting Komentar